MARTAPURA–Setiap Kontraktor yang akan mengerjakan proyek, baik fisik maupun non fisik di Kabupaten OKU Timur wajib memasang papan nama proyek, sebelum pengerjaan berlangsung.
Demikian ditegaskan Asisten II Setda OKU Timur, Ir Syafri Pringga Yudha didampingi Kabag ADM Pembangunan, Yos Sugiono Sabtu (23/6/2012) lalu.
"Kepada semua kontraktor agar memasang papan nama sebelum proyek dikerjakan.
Karena selain untuk meningkatkan pengawasan pembangunan juga untuk menekankan poin-poin yang menjadi tanggungjawab kontraktor yang harus ditaati,” katanya.
Senin, 25 Juni 2012
Bulog OKU Timur Kesulitan Serap Beras Petani
MARTAPURA – Perum bulog Kabupaten OKU mengaku kesulitan untuk menyerap beras petani terutama di Kabupaten OKU Timur.
Penyebabnya harga beli Perum Bulog ditetapkan berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yankni Rp 6.600 per kilogram.
Hal itu diungkapkan Kepala Perum Bulog Kabupaten OKU yang membawahi, OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan, Khozin, Kamis (21/6/2012).
Menurut Khozin spekulasi kenaikan harga yang ditawarkan pengepul membuat petani enggan menjual beras mereka kepada bulog.
Padahal kata dia, selisih harga yang ditawarkan pengepul hanya sekitar Rp 100 hingga Rp 200.
“Bahkan terkadang, selisih harga tengkulak hanya Rp 50 rupiah. Itulah yang menyebabkan kita kesulitan untuk menyerap hasil petanian penduduk,” ujarnya.
Penyebabnya harga beli Perum Bulog ditetapkan berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yankni Rp 6.600 per kilogram.
Hal itu diungkapkan Kepala Perum Bulog Kabupaten OKU yang membawahi, OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan, Khozin, Kamis (21/6/2012).
Menurut Khozin spekulasi kenaikan harga yang ditawarkan pengepul membuat petani enggan menjual beras mereka kepada bulog.
Padahal kata dia, selisih harga yang ditawarkan pengepul hanya sekitar Rp 100 hingga Rp 200.
“Bahkan terkadang, selisih harga tengkulak hanya Rp 50 rupiah. Itulah yang menyebabkan kita kesulitan untuk menyerap hasil petanian penduduk,” ujarnya.
Polres OKU Timur Kumpulkan 55 Kantong Darah
MARTAPURA – Aksi donor darah yang digelar Polres OKU Timur dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Bhayangkara bekerjasama dengan dinas kesehatan menghasilkan darah sebanyak 55 kantong darah, Senin (25/6/2012).
Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik, darah yang terkumpul dalam aksi sosial tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Tentunya kita harapkan agar apa yang telah kita perbuat dapat bermanfaat bagi masyarakat. Meskipun darah ini tidak langsung digunakan, namun setidaknya dapat disimpan untuk persediaan bagi yang membutuhkan,” katanya.
Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik, darah yang terkumpul dalam aksi sosial tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Tentunya kita harapkan agar apa yang telah kita perbuat dapat bermanfaat bagi masyarakat. Meskipun darah ini tidak langsung digunakan, namun setidaknya dapat disimpan untuk persediaan bagi yang membutuhkan,” katanya.
Pesta Rakyat Pagaralam
PAGARALAM - Sebanyak 200 anggota gabungan polisi dan TNI akan mengamankan acara pesta rakyat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kota Pagaralam, Kamis (28/6/2012) mendatang.
Acara itu diperkirakan dihadiri ribuan penonton karena akan menampilkan penyanyi legendaris Iwan Fals.
Selain di lokasi acara puluhan anggota polisi juga akan disiagakan di berbagai permukiman warga untuk mengantisipasi tindak kriminal saat warga menyaksikan penampilan Iwan Fals.
"Pasti banyak rumah warga yang kosong saat acara pesta rakyat nanti. Untuk itu harus ada petugas yang memonitor kawasan permukiman warga. Kita khawatir momen ini akan dimanfaatkan para pencuri," ujar Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, kepada Sripoku.com, Senin (25/6/2012).
Selain itu pihak Polres mengimbau agar warga tidak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Acara itu diperkirakan dihadiri ribuan penonton karena akan menampilkan penyanyi legendaris Iwan Fals.
Selain di lokasi acara puluhan anggota polisi juga akan disiagakan di berbagai permukiman warga untuk mengantisipasi tindak kriminal saat warga menyaksikan penampilan Iwan Fals.
"Pasti banyak rumah warga yang kosong saat acara pesta rakyat nanti. Untuk itu harus ada petugas yang memonitor kawasan permukiman warga. Kita khawatir momen ini akan dimanfaatkan para pencuri," ujar Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, kepada Sripoku.com, Senin (25/6/2012).
Selain itu pihak Polres mengimbau agar warga tidak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Polisi Amankan 8 Tersangka Kasus Bentrok Pemuda PP-PSSH
Lempuing–Sebanyak delapan orang tersangka pembunuhan dan penganiayaan terhadap perkumpulan Pencak Silat Setia Hati (PSSH) oleh pemuda Pematang Panggang (PP) telah diamankan mendekam di sel tahanan Mapolres OKI.
Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk didampingi Kasat Reskrim AKP H Surachman SH, Senin (25/6/2012) mengatakan, bahwa ke delapan tersangka tersebut menyerahkan diri setelah dihimbau oleh polisi dan Kepala Desa (Kades) setempat.
”Saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan, tidak menutup kemungkinan dari keterangan mereka, masih ada pelaku yang belum menyerahkan diri,” kata AKBP Agus.
Diharapkan Agus, pihak wartawan sementara ini untuk tidak mengambil gambar dulu. Setelah dipastikan, para pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap 1 orang yang tewas dan 8 orang yang luka-luka itu barulah pihak wartawan untuk mengambil gambar.
“Ambil gambar tersangkanya nanti saja ya, setelah dipastikan semua tersangkanya baru boleh. Karena ada dugaan kuat mereka ini pelakunya lebih dari delapan orang.
Disebutkan Agus, tersangka yang sudah diamankan yakni, Samsul Rizal (35), yang ditangkap, Selasa (19/6) malam, kemudian 4 tersangka lagi menyerahkan diri pada, Kamis (18/6) malam pukul 19.00 tersangka yakni, Ucu bin Rahman (27), Sahmat bin Husin (25), Aan bin Husin (22) dan Kamal (25).
Untuk, Minggu (24/6) juga mengamankan tiga pelaku yaitu, Ropi, Kalung dan Supri (17). Kedepalan tersangka ini merupakan warga Pematang Panggang, selain itu kita juga mengamankan satu unit mobil Veroza yang dikendarai para tersangka untuk menyerang anggota PSSH.
“Selain ke depalan orang itu, juga diamankan senjata tajam yang digunakan untuk menyerang perkumpulan PSSH,” ujar Agus.
Untuk itu, ditambahkan AKP Surachman, pihaknya sudah melakukan gelar perkara, dari pengembangan dari ke delapan tersangka, bahwa ada 11 orang yang masuk dalam Daftar Pencaraian Orang (DPO) dalam kasus tersebut.
”Masih ada 11 orang yang DPO, dan kita himbau untuk segera menyerahkan diri, karena walaupun mereka tidak menyerah, tetap kita cari sampai dapat,” tegas Surachman.
Dijelaskan Surachman, permasalahan awal dari bentrokan tersebut yakni, berawal dari asal ejek antara pemuda PP dengan anggota PSSH.
”Kita sudah mengamankan Supri yang merupakan pelaku awal hingga terjadinya bentrok, dia terlibat saling ejek dengan anggota PSSH bernama Amin Agung,” jelasnya.
Awalnya, tersangka Supri dan dua temanya sedang duduk di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Blok C Desa Suryadi Kecamatan Mesuji OKI, kemudian melintas Amin Agung menggunakan sepeda motor.
”Saat itu Amin Agung jatuh dari motor, kemudian diejek oleh Supri dengan kata-kata matilah kau, sehingga keduanya terlibat perkelahian, kebetulan di TKP banyak anggota PSSH, Supri ini merasa telah dikeroyok,” terangnya.
Ternyata tidak habis sampai disitu saja, Supri menelpon teman-temannya di Desa Pematang Panggang. ”Sehingga datanglah rombongan dari pemuda Pematang Panggang, menggunakan mobil Avanza dan Veroza, dan membawa peralatan seperti golok dan parang, dan langsung menyerang kelompok PSSH, hingga menyebabkan satu orang tewas dan 8 orang luka-luka,” ungkapnya.
Dijelaskan Surachman sesuai dengan salah satu poin kesepakatan damai, bahwa polisi harus menghukum para pelaku sesuai dengan perbuatannya.”Kita akan usut tuntas kasus ini dengan seadil-adilnya, bagi yang bersalah tetap harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatannya,” tandasnya.
Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk didampingi Kasat Reskrim AKP H Surachman SH, Senin (25/6/2012) mengatakan, bahwa ke delapan tersangka tersebut menyerahkan diri setelah dihimbau oleh polisi dan Kepala Desa (Kades) setempat.
”Saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan, tidak menutup kemungkinan dari keterangan mereka, masih ada pelaku yang belum menyerahkan diri,” kata AKBP Agus.
Diharapkan Agus, pihak wartawan sementara ini untuk tidak mengambil gambar dulu. Setelah dipastikan, para pelaku pembunuhan dan penganiayaan terhadap 1 orang yang tewas dan 8 orang yang luka-luka itu barulah pihak wartawan untuk mengambil gambar.
“Ambil gambar tersangkanya nanti saja ya, setelah dipastikan semua tersangkanya baru boleh. Karena ada dugaan kuat mereka ini pelakunya lebih dari delapan orang.
Disebutkan Agus, tersangka yang sudah diamankan yakni, Samsul Rizal (35), yang ditangkap, Selasa (19/6) malam, kemudian 4 tersangka lagi menyerahkan diri pada, Kamis (18/6) malam pukul 19.00 tersangka yakni, Ucu bin Rahman (27), Sahmat bin Husin (25), Aan bin Husin (22) dan Kamal (25).
Untuk, Minggu (24/6) juga mengamankan tiga pelaku yaitu, Ropi, Kalung dan Supri (17). Kedepalan tersangka ini merupakan warga Pematang Panggang, selain itu kita juga mengamankan satu unit mobil Veroza yang dikendarai para tersangka untuk menyerang anggota PSSH.
“Selain ke depalan orang itu, juga diamankan senjata tajam yang digunakan untuk menyerang perkumpulan PSSH,” ujar Agus.
Untuk itu, ditambahkan AKP Surachman, pihaknya sudah melakukan gelar perkara, dari pengembangan dari ke delapan tersangka, bahwa ada 11 orang yang masuk dalam Daftar Pencaraian Orang (DPO) dalam kasus tersebut.
”Masih ada 11 orang yang DPO, dan kita himbau untuk segera menyerahkan diri, karena walaupun mereka tidak menyerah, tetap kita cari sampai dapat,” tegas Surachman.
Dijelaskan Surachman, permasalahan awal dari bentrokan tersebut yakni, berawal dari asal ejek antara pemuda PP dengan anggota PSSH.
”Kita sudah mengamankan Supri yang merupakan pelaku awal hingga terjadinya bentrok, dia terlibat saling ejek dengan anggota PSSH bernama Amin Agung,” jelasnya.
Awalnya, tersangka Supri dan dua temanya sedang duduk di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Blok C Desa Suryadi Kecamatan Mesuji OKI, kemudian melintas Amin Agung menggunakan sepeda motor.
”Saat itu Amin Agung jatuh dari motor, kemudian diejek oleh Supri dengan kata-kata matilah kau, sehingga keduanya terlibat perkelahian, kebetulan di TKP banyak anggota PSSH, Supri ini merasa telah dikeroyok,” terangnya.
Ternyata tidak habis sampai disitu saja, Supri menelpon teman-temannya di Desa Pematang Panggang. ”Sehingga datanglah rombongan dari pemuda Pematang Panggang, menggunakan mobil Avanza dan Veroza, dan membawa peralatan seperti golok dan parang, dan langsung menyerang kelompok PSSH, hingga menyebabkan satu orang tewas dan 8 orang luka-luka,” ungkapnya.
Dijelaskan Surachman sesuai dengan salah satu poin kesepakatan damai, bahwa polisi harus menghukum para pelaku sesuai dengan perbuatannya.”Kita akan usut tuntas kasus ini dengan seadil-adilnya, bagi yang bersalah tetap harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatannya,” tandasnya.
Sabtu, 23 Juni 2012
ADIPURA
Suatu kebanggan yang luar biasa bagi seluruh masyarakat OKU Timur atas prestasi dalam bidang kebersihan, dengan diraihnya Piala Adipura Tingkat Nasional bagi Kota Martapura Tahun 2009. Piala diberikan oleh Presiden RI kepada Bupati OKU Timur pada tanggal 5 Juni 2009 di Istana Negara. Diraihnya Piala Adipura oleh Kota Martapura tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan Pemerintah Daerah OKU Timur. Komitmen pemerintah dan dukungan yang besar dari masyarakat dalam mewujudkan Kota Martapura yang bersih, Indah dan Teduh membuahkan hasil yang maksimal. Yakni diperolehnya Piala Adipura untuk kategori kota kecil.
Diraihnya Piala Adipura sebagai indicator bahwa Kota Martapura telah menjadi kota bersih, indah dan teduh. Dan tentunya Penilaian ini bukan tanpa pembuktian, hal ini bisa kita lihat dari beberapa perubahan, baik fisik ataupun lainnya. Jalan yang bersih, perkantoran, sekolah dan perumahan yang sehat dan lingkungan yang teduh. Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai dari Kementrian Negera lingkungan Hidup yang terdiri dari unsure pemerintah dan pemantau/penilai Independen, yang sepakat untuk menetapkan Kota Martapura layak mendapatkan Piala Adipura.
Semangat yang besar dari pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Adipura tidak bisa dipungkiri. Memang masih ada kekurangan, minimnya dana, kesiapan titik-titik pantau dan keterlibatan masyarakat yang belum seimbang dengan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah menjadi kendala tersendiri.
Menurut Bupati OKU Timur H. Herman Deru, “Suatu hal yang sangat dibanggakan bahwa kabupaten OKU Timur merupakan kabupaten termuda se Indonesia yang memperoleh Piala Adipura. Hal ini menunjukkan bahwa tekad dan upaya serta kemauan yang keras kita semua menjadikan Kabupaten OKU Timur sebagai kabupaten yang berhasil menata daerahnya.
Walaupun hakikatnya bukan untuk piala Adipura yang harus kita pertahankan, akan tetapi bagaimana kita mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, indah dan teduh serta mewujudkan OKU Timur yang AMAN dan BERKUALITAS.
BRAVO OKU TIMUR.
Jembatan Gumawang Bocor
MARTAPURA - Jembatan penyeberangan saluran irigasi Gumawang BK 10, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, berlubang atau bocor. Itu terjadi pada Selas (19/6/2012) sekitar pukul 17.30 di kedua sisi jembatan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun Sripoku.com, Rabu (20/6/2012), kondisi tersebut menyebabkan aktivitas penyeberangan menjadi terganggu. Namun keberadaan jembatan yang berlokasi tepat disamping jembatan yang bocor tersebut masih bisa dimanfaatkan sehingga tidak menyebabkan lumpuhnya akses tranportasi.
“Untung jembatannya ada dua, jadi walaupun satunya bocor dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, jembatan yang ada di sisinya masih bisa dimanfaatkan,” ujar Irul (35) warga Gumawang.
Langganan:
Postingan (Atom)

